Selasa, 03 November 2020

Tujuan (Misi) dan Pandangan (Visi)

 

Pada tema sebelumnya di blog ini tentang Tujuan menunjukkan bahwa tujuan atau cita-cita adalah motivasi terkuat bagi seseorang untuk berusaha dalam hidupnya. Terlepas dari pekerjaan apa yang dilakukan orang tersebut, baik sebagai pegawai, wirausaha ataupun profesi yang lain.

Mari kita lihat ilustrasi gambar di bawah ini, jika seseorang saat ini bercita-cita menjadi seorang Sarjana, maka sebaiknya orang tersebut perlu memikirkan kembali apakah mendapat gelar Sarjana merupakan cita-cita sejatinya. Mengapa? Karena jika orang tersebut saat ini adalah mahasiswa, maka sudah sewajarnya dalam beberapa semester ke depan gelar Sarjana akan diberikan dengan syarat bahwa semua syarat kelulusan terpenuhi. Artinya jika cita-cita atau tujuan telah tercapai, maka tidak ada yang perlu dilakukan lagi. Namun jika orang tersebut masih merasa perlu untuk membuat progress kemajuan lagi, artinya tujuan atau cita-citanya sebetulnya belum tercapai. 

Lalu menjadi Sarjana itu apa artinya? menjadi Sarjana, Dokter, Insinyur atau gelar apapun adalah sebuah visi (pandangan) atau pit stop yang orang tersebut lakukan untuk melanjutkan ke perjalan selanjutnya mencapai tujuan atau cita-citanya.    

Sebetulnya cita-cita adalah hal yang ideal, abstrak dan cenderung normative. Seperti contoh cita-cita seseorang menjadi "insan yang berguna", "menjadi kaya" atau mungkin "menjadi orang yang bahagia" atau yang lainnya. Itulah cita-cita sesungguhnya, yang sebetulnya tidak terlalu disadari sendiri. Hanya saja kebanyakan orang mencari cara untuk "menjadi baik", "menjadi kaya" atau "menjadi bahagia", dll., sesuai dengan daya pandang mereka. Misal kebanyakan kita memandang untuk "menjadi orang baik, kaya dan bahagia" adalah dengan bersekolah setinggi mingkin sehingga menjadi Sarjana, Dokter, dll. yang kemudian mengejar karir menjadi Manajer, Direktur atau membuka usaha sendiri yang kita bisa besarkan usaha itu karena kita Sarjana. 

Namun ada orang lain yang melakukannya cara lainnya untuk "menjadi orang baik, kaya dan bahagia" seperti misalnya mereka langsung membuka usaha tanpa merasa perlu menjadi Sarjana, meraka melihat bahwa menjadi Artis bisa "kaya, terkanal, bahagia dan tentu akan dipandang baik" atau cara lainnya. Artinya untuk mencapai cita-cita atau tujuan, adalah tergantung bagaimana cara kita memandang (visi kita), sehingga cara pandang ini yang akan mengarahkan kita untuk melangkah ke depan mencapai tujuan kita.  

Jadi dapat dilihat bahwa menjadi Sarjana, menjadi Manajer, maenjadi Direktur, menjadi Pengusaha adalah pandangan (visi) atau ibaratnya pit stop yang harus dilalui tahap demi tahap untuk mencapai tujaun sejati pada setiap individu .


Hal ini juga berlaku jika anda mempunyai sebuah usaha, dimana tujuan usaha yang anda dirikan haruslah jelas, karena itu merupakan cita-cita usaha anda. Cita-cita dalam dunia usaha disebut sebagai misi atau tujuan, dimana misi ini disebutkan dalam sebuah mission statement atau penyataan tujuan.

Sebaiknya misi usaha tidak menyebutkan sesuatu yang terukur, seperti missal sebuah usaha bengkel mencantumkan misinya “menjadi bengkel nomor satu di Indonesia”, karena setelah manjadi nomor satu sejatinya bengkel itu masih ingin terus berkembang. Sehingga sebaiknya mencantumkan sesuatu yang terukur sebagai bagian dari “visi” perusahaan.

Dengan anda mengetahui tujuan usaha anda, maka anda akan dapat mengukur bagaimana usaha anda akan berkembang karena anda akan dapat membuat visi jangka pendek, menengah dan panjang dari usaha anda tersebut. Sehingga anda akan mempunyai sebuah peta jalan (road map) yang menggambarkan seberapa besar usaha anda diharapkan akan berkembang pada waktu tertentu, apa yang anda punya saat ini, bagaimana strategi untuk berkembang, berapa modal yang dibutuhkan, dengan cara apa akan mendapatkan modal, dan berbagai rencana lainnya.

Untuk membuat Analisa ini, dapat dilakukan dengan banyak metode dan salah satu yang sering dipakai dalam manajemen strategi adalah Analisa SWOT (Strength – Weakness – Opportunity – Threat). 


Mari kita tengok beberapa slogan yang biasanya merefleksikan mission statement perusahaan-perusahaan besar di bawah ini. Jika diperhatikan, tidak ada dari kalimat-kalimat tersebut yang misinya mencantumkan kata-kata yang bersifat terukur seperti contoh "menjadi yang terbaik", "menjadi nomor satu" atau sejenisnya. 

Namun lebih kepada pernyataan yang terbuka dan fleksible tentang apa yang mereka akan tuju, seperti contoh Google menunjukkan bahwa mereka akan melakukan apapun untuk mengelola infromasi di dunia dan membuatnya dapat diakses dan berguna. Cara melakukannya adalah dengan search engine mereka google.com, dengan membuat google cloud, dengan menyediakan email gratis gmail.com dan layanan lainnya. 

Mereka tidak menyatakan menjadi "layanan penyedia search engine nomor 1 di dunia" yang mana pada kenyataannya mereka saat ini pada posisi nomor 1, tapi menjadi nomor 1 bukan tujuan mereka dan mungkin hanya sebuah pit stop yang harus mereka lalui.   


Penulis: 
A.Z. Ridwan
Konsultan 
azakkyridwan@gmail.com 




Keterampilan yang Diperlukan dalam Kepemimpinan

 

Kepemimpinan atau Leadership sangat diperlukan dalam banyak aspek, termasuk dala industri, organisasi nirlaba dan yang lebih penting dalam kewirausahaan. Kepemimpinan tidak hanya merupakan sifat personality dari seseorang seperti berani mengambil resiko, berfikir terbuka, fleksible, sabar dan tabah serta sifat positif lainnya. Namun kepemimpinan yang baik menuntut peningkatan keterampilan untuk berfikir kreatif, mencari solusi serta keterampilan teknis dan manajemen. 

Seseorang pada posisi manajemen seperti Supervisor, Manajer dan Direktur, atau seseorang wirausaha yang pada dasarnya dia adalah pemilik sekaligus pengelola usahanya sendiri akan banyak memerlukan keterampilan-keterampilan yang harus dilatih seiring berjalannya waktu. Keterampilan itu bisa didapatkan dengan sekolah, training dan yang lebih penting adalah pengalaman. Pengalaman yang baik adalah pengalaman yang dijadikan pelajaran (lesson learns), sehingga ada peningkatan kemampuan individu dan organisasi seiring waktu berjalan.

Diantara keterampilan yang diperlukan adalah: 

1. Kemampuan berfikir kreatif untuk menemukan solusi dari suatu masalah, karena biasanya peluang usaha akan muncul dari suatu permasalahan. 

2.  Kemampuan berkomunikasi dimana wirusaha memerlukan kemampuan ini untuk menjalin jaringan usahanya, baik jaringan dari sisi customer, pemasok/mitra usaha, karyawan, sesama pelaku usaha, pemerintah dan stake holder lainnya.

3. Kemampuan memimpin (leadership), dimana wirausaha perlu tumbuh menjadi semakin besar, sehingga memerlukan sebuah organisasi sebagai wadah pertumbuhannya. Bentuk organisasi usaha dapat berupa badan usaha legal seperti PT, CV, UD, Koperasi dan lain sebagainya, namun juga ada organisasi usaha yg tidak memakai badan hukum. Setiap organisasi akan memerlukan kepemimpinan yang baik, contoh yang baik, moralitas yang tinggi dan transparansi, sehingga etika bisnis tetap dapat terjaga. 

4. Kemampuan manajerial, dimana kemampuan ini akan membantu pelaku usaha untuk mengukur pertumbuhan usahanya, baik dari sisi pertumbuhan jumlah karyawan, aset maupun pertumbuhan modal usaha. Yang mana ini memerlukan keterampilan di bidang manajemen dan keuangan 

5. Kemampuan  pemasaran dan pengembangan bisnis, dimana hal ini menjadi salah satu hal utama dimana pelaku wirausaha dituntut untuk mampu memperkenalkan solusi terhadap pasar serta menjadikan solusi atau produknya diterima oleh pasar. 


Penulis:
A.Z. Ridwan
azakkyridwan@gmail.com

Jumat, 30 Oktober 2020

Tujuan

Hal yang paling mendasar dari setiap kegiatan adalah menentukan tujuan atau purpose (bahasa Inggris) dari usaha tersebut. Tujuan adalah alasan mendasar mengapa usaha tersebut didirikan, banyak usaha didirikan bukan semata karena ingin mendapatkan kekayaan. Kekayaan yang dihasilkan adalah efek  yang dihasilkan usaha tersebut. 

Tujuan Perusahaan, dalam istilah bisnis sering disebut misi atau mission, yang oleh beberapa Perusahaan terkadang dijadikan juga slogan atau motto mereka. Sebagai contoh slogan Perusahaan Apple Inc., dimana slogan mereka adalah "think different", hal ini merefleksikan bahwa cita-cita perusahaan tersebut akan memberikan ide atau pemikiran yang berbeda sebagai solusi. Sehingga dari pemikiran atau ide yang berbeda tersebut akan menghasilkan produk-produk yang mempunyai ciri khas yang berbeda dengan para pesaing. Sebagai contoh Aple pemrakarsa handphone dengan feature full touch screen pertama dengan iPhone nya, mereka memproduksi tablet pertama di pasar dan masih banyak lagi. Hal-hal seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi para konsumen di saat hand phone yang lain masih dengan feature yang lama. 

Ilustrasi tentang tujuan seseorang dapat digambarkan sebagai berikut:


Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa tujuan atau cita-cita adalah hal yang sangat penting yang akan memberikan motivasi atau mendorong seseorang untuk senantiasa berusaha menaikkan taraf keterampilannya dalam rangka mencapai tujuannya. Sebaliknya orang yang tidak mempunyai cita-cita atau tujuan yang jelas maka orang tersebut hanya akan berjalan saja seiring waktu tanpa tujuan yang jelas sehingga dia akan tetap berada diketinggian yang sama seiring berjalannya waktu.

Karena dengan cita-cita, orang akan terbantu untuk mengukur dirinya dan mempunyai pandangan (visi) secara bertahap, sehingga orang tersebut akan terbantu dalam menyusun langkah demi langkah menuju cita-citanya. Sehingga orang tersebut akan terlatih untuk menyusun langkah-langkah yang harus dipersiapkan dalam rangka menghadapi tantangan yang mungkin akan dilaluinya.

Hal ini juga berlaku untuk organisasi seperti Wirausaha dalam skala besar maupun kecil, Badan Usaha atau Organisasi Non profit sekalipun 


Penulis: 
A.Z. Ridwan
azakkyridwan@gmail.com


Membuat Rencana Bisnis Sederhana

Rencana usaha sangatlah penting bagi kita dalam memulai usaha dan juga mengembangkan usaha pada tahap selanjutnya. Sebagaimana telah dijelas...